<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menjadi Muslimah Sejati</title>
	<atom:link href="http://ruangmuslimah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com</link>
	<description>Meretas Kerikil Menuju Kebahagian Hakiki</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 11:44:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ruangmuslimah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menjadi Muslimah Sejati</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ruangmuslimah.wordpress.com/osd.xml" title="Menjadi Muslimah Sejati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ruangmuslimah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kuku Pakai Kutek</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/03/kuku-pakai-kutek/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/03/kuku-pakai-kutek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 18:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/06/18/kuku-pakai-kutek/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang disebut pewarna kuku adalah sesuatu yang diletakkan diatas kuku yang digunakan oleh wanita dan memiliki lapisan permukaan. Benda ini tidak boleh digunakan jika ia akan mengerjakan shalat karena benda ini akan menghambat sampainya air ke kuku. Dan segala sesuatu yang menghambat sampainya air tidak boleh digunakan oleh orang yang berwudhu atau mandi wajib. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=25&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="datasimp"></span>Apa yang disebut pewarna kuku adalah sesuatu yang diletakkan diatas kuku yang digunakan oleh wanita dan memiliki lapisan permukaan. Benda ini tidak boleh digunakan jika ia akan mengerjakan shalat karena benda ini akan menghambat sampainya air ke kuku. Dan segala sesuatu yang menghambat sampainya air tidak boleh digunakan oleh orang yang berwudhu atau mandi wajib.<span id="more-25"></span></p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Maka basuhlah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian&#8221;</em> (QS: Al-Maidah: 6)</p>
<p>Maka wanita yang menggunakan pewarna kuku akan menghalangi sampainya air ke kuku dan ia tidak dapat dikatakan telah membasuh tangannya (dalam keadaan seperti ini) Ini berarti ia telah meninggalkan suatu kewajiban dalam berwudhu atau mandi wajib.</p>
<p>Adapun penggunaannya bagi wanita yang tidak mengerjakan shalat seperti wanita haidh maka tidaklah mengapa, kecuali apabila hal ini termasuk dalam kebiasaan-kebiasaan khusus wanita kafir maka ia tidak boleh menggunakannya karena itu berarti menyerupai mereka.</p>
<p>Dan saya telah mendengarkan sebagian orang berfatwa bahwa perbuatan ini sejenis dengan menggunakan khuf (sejenis kaos kaki yang terbuat dari kulit) bahwa boleh saja seorang wanita menggunakan pewarna kuku selama sehari semalam jika ia tidak bepergian dan selama tiga hari jika dalam perjalanan. Namun, fatwa ini adalah fatwa yang salah, karena tidak semua yang menutupi anggota tubuh seseorang dapat disamakan dengan khuf, karena mengusap khuf dibolehkan oleh syariah disebabkan hal itu memang benar-benar diperlukan secara umum, karena kaki membutuhkan perlindungan dan penutup sebab ia langsung bersentuhan dengan tanah, batu, hawa dingin dan sebagainya. Karena syariah mengkhusukan bolehnya mengusap diatas khuf.</p>
<p>Barangkali mereka juga mengkiaskannya denngan membasuh surban. Dan, ini adalah dalil yang salah karena surban itu tempatnya dikepala, sementara kewajiban wudhu terhadap kepala telah diringankan pada asalnya (cukup mengusap sekali-pent) berbeda dengan tangan yang harus dibasuh. Karena Rasulullah melarang wanita menggunakan sarung tangan padahal keduanya menutupi kedua tangan. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh mengkiaskan jenis penutup lain yang menghalangi sampainya air terhadap surban dan khuf. Dan merupakan kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berusaha mengerahkan kesungguhannya mencari kebenaran, serta tidak memberikan suatu fatwa kecuali bila ia merasakan bahwa Alloh <em>Ta&#8217;ala </em>akan menanyainya tentang fatwa tersebut, karena hal tersebut mengungkapkan syariah Alloh <em>Ta&#8217;ala</em>. Dan, Allohlah pemberi petunjuk menuju jalan yang benar.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fatwa-Fatwa Muslimah, oleh Masyayikh)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=25&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/03/kuku-pakai-kutek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Feminisme Radikal, Sebuah Kebaikan atau Kejahiliyahan?</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/02/feminisme-radikal-sebuah-kebaikan-atau-kejahiliyahan/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/02/feminisme-radikal-sebuah-kebaikan-atau-kejahiliyahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 05:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/06/18/feminisme-radikal-sebuah-kebaikan-atau-kejahiliyahan/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak sedikit perempuan kita suka berkelit, menghindari peran dan kewajiban dasar yang dianggapnya sebagai masalah yang melilit. Yang gadis ingin selalu bebas dinamis, buntutnya malas untuk menjadi seorang istri. Giliran jadi istripun tak berhenti bikin sensasi, phobi untuk punya anak. Kalaupun terpaksa punya, cukup terpeleset sekali saja, katanya. Pun tidak mau memberikan ASInya, padahal bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=24&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="datasimp"><span class="datasimp"></span></span>Tidak sedikit perempuan kita suka berkelit, menghindari peran dan kewajiban dasar yang dianggapnya sebagai masalah yang melilit. Yang gadis ingin selalu bebas dinamis, buntutnya malas untuk menjadi seorang istri. Giliran jadi istripun tak berhenti bikin sensasi, phobi untuk punya anak. Kalaupun terpaksa punya, cukup terpeleset sekali saja, katanya. Pun tidak mau memberikan ASInya, padahal bagi anak itulah yang paling baik dan enak.<span id="more-24"></span></p>
<p>Fenomena itu kini menyeruak di masyarakat bumi, tidak ketinggalan yang disebut nusantara ini. Dalam kehidupan dunia yang semakin global, perang tidak sekedar dengan rudal apalagi dengan pedang. Lewat media massa penjajahan tidak lagi kasat mata. Penjajah yang dijajah bisa satu asa dan satu rasa, sama-sama bangga. Penjajahan budaya, mengalir bersama kucuran dana. Feminisme, salah satu namanya.</p>
<p>Feminisme dijual dengan kemasan perjuangan perempuan, pembebasan wanita. Muncullah jargon  keseteraan jender. Perempuan dan laki-laki tidak beda sama sekali, kecuali pada fungsi reproduksi. Dianggap wajar bila menolak menggunakan hak reproduksinya. Bayangkan jika dianut semua wanita negeri ini, bisa-bisa tingkat kelahiran bayi di negara ini bisa dihitung dengan jari. Mereka membuat opini, seorang wanita yang rela sekedar jadi ibu rumah tangga berarti tidak punya harga. “Karena mau ditindas melakukan pekerjaan hina,“ suara kaum feminis membahana. Mereka seolah telah berjuang untuk wanita, peduli akan nasib golongan putri. Sehingga tak pelak lagi anak remaja kini termakan opini tadi. Ini yang mesti kita para keluarga muslim hadapi dengan bijaksana dan hati-hati.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri laki-laki dan wanita memang berbeda, ini sunnah ketetapan Sang Pencipta. Sempatkah kita memperhatikan jenis burung yang beraneka. Kakaktua paruhnya melengkung, karena makanannya biji-bijian, bukan kangkung. Si pelikan berkantung besar di bawah paruhnya untuk menyimpan ikan sebagai persediaan makanannya. Sang bangau berparuh amat panjang demi membantunnya memangsa ikan dalam air tanpa tenggelam. Subhanallah!</p>
<p>Begitu juga manusia, sejak berupa benih pun punya ciri yang tidak sama. Semakin dewasa kian banyak perbedaannya, tanpa dapat decegah dan dihindari. Otot laki-laki berkembang lebih kuat, organnya pun lebih berat. Bayi perempuan tumbuh dengan organ khas kewanitaan.</p>
<p>Tidak ada artinyakah perbedaan-perbedaan itu? Semua itu bukti adanya perbedaan esensial perempuan dan laki-laki. Dengan teliti dan sangat sempurna, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>rancang bentuk fisik sesuai dengan tugas masing-masing di sepanjang kehidupannya. Jujur harus diakui, perbedaan peran, tugas serta spesifikasi antara dua jenis kelamin manusia sudah dibawa secara fitrah sejak lahir. Sungguh tidak masuk akal (<em>bagi akal yang sehat dan logis</em>) jika ada yang berkata tak ada pembagian tugas baku antara keduanya, seperti pendapat kaum feminis.</p>
<p>Pembagian peran dan tanggung jawab sosial membawa implikasi pada perbedaan dalam berbagi bidang lain yang terkait dengan kehidupan rumah tangga. Ini yang diperangi para feminis. <strong>Berarti feminisme melanggar sunnatullah.</strong> Apapun kalau melanggar sunnatullah pasti berakibat pada pergeseran keseimbangan. Timpanglah kehidupan rumah tangga, kehidupan bermasyarakat dan seterusnya. Akhirnya timbul kekacauan.</p>
<p>Marilah disadari, kita –wanita dan pria- memang punya hak sebagai individu. Tapi ada yang tidak boleh dilupa, kita hidup di dunia ini punya misi. Kalau Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> tetapkan laki-laki sebagai begitu juga wanita punya misi sesuai kodratnya. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> pencipta kita, tentu Dia tahu apa yang terbaik bagi kita.</p>
<p>Pejuang di jalan-Nya akan selalu berhadapan dengan pejuang angkara murka. Marilah kita waspada, jangan jadikan keluarga kita korban feminisme radikal! <em>Wallahu a&#8217;lam Bishshowab</em>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=24&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/02/feminisme-radikal-sebuah-kebaikan-atau-kejahiliyahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bidadari yang Cantik Jelita</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/01/bidadari-yang-cantik-jelita/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/01/bidadari-yang-cantik-jelita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 06:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/05/21/bidadari-yang-cantik-jelita/</guid>
		<description><![CDATA[Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka. Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh Subhanahu wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=23&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment --><span class="datasimp"><span class="datasimp"> </span></span>Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka.<span id="more-23"></span></p>
<p><strong>Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, yaitu bidadari-bidadari surga.</strong> Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai <em>kawa&#8217;ib, jama&#8217; dari ka&#8217;ib</em> yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh yang merupakan bentuk wanita  yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah <em>RadhiAllohu anha </em>pernah berkata: &#8220;warna putih adalah separoh keindahan&#8221;</p>
<p>Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna puith. Seorang penyair berkata:</p>
<p><em> Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan<br />
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan<br />
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut<br />
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat<br />
</em><br />
<em>Al-&#8217;In jama&#8217; dari aina&#8217;</em>, artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna puith sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari yang  baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantk menawan. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em> &#8220;Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.&#8221; </em>(QS: Al-Baqarah: 25)</p>
<p>Makna dari Firman diatas adalah mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan urusan-urusan wanita yang menggangu seperti yang terjadi di dunia. Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Artinya mereka hanya berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari  rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya. Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh karena itu bidadari yang seperti ini diperuntukkan bagi para penghuni dua surga yang tertinggi. Diantara wanita memang ada yang tidak mau memandang suaminya dengan pandangan yang liar, karena cinta dan keridhaanyya, dan dia juga tidak mau memamndang kepada laki-laki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair: <em>Ku tak mau pandanganmu liar ke sekitar jika kau ingin cinta kita selalu mekar.</em></p>
<p><em></em>Di samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, bergairah penuh cinta dan sebaya umurnya. Aisyah <em>RadhiAllohu anha</em>, pernah bertanya kepad Rasululloh <em>Shallallahu’alaihi wasallam</em>, yang artinya: <em>&#8220;Wahai Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam</em><em>, andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat menggambala, maka dimanakah engkau menempatkan onta gembalamu?&#8221;  Beliau menjawab,&#8221;Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.&#8221; </em>(Ditakhrij Muslim) <strong>Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.</strong></p>
<p><strong></strong>Rasululloh <em>Shallallahu’alaihi wasallam</em> bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, yang artinya:<em> &#8220;Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?&#8221;</em> (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)</p>
<p>Sifat bidadari penghuni surga yang lain adalah <em>Al-&#8217;Urub, jama&#8217; dari al-arub</em>, artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes, perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah laku dan gerak-geriknya serba halus.</p>
<p>Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, <em>&#8220;Al-&#8217;Urub, jama&#8217; dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun&#8221;</em>, artinya Fulan berumur sebaya dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti <em>Yaqut</em> dan <em>Marjan</em>. Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya. Putih telor yang tersembunyi adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang oleh tangan manusia, berwarna puith kekuning-kuningan. Berbeda dengan putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. <em>Yaqut</em> dan <em>Marjan</em> diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.</p>
<p>Semoga para wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk menjadi Bidadari-Bidadari yang lebih mulia dari Bidadari-Bidadari yang tidak pernah hidup di dunia ini. Wallahu A&#8217;lam</p>
<p>(Sumber Rujukan: Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin [Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu], karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=23&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/01/bidadari-yang-cantik-jelita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Larangan Memasuki Tempat Pemandian Umum</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/01/larangan-memasuki-tempat-pemandian-umum/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/01/larangan-memasuki-tempat-pemandian-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 04:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/03/01/larangan-memasuki-tempat-pemandian-umum/</guid>
		<description><![CDATA[Yang dimaksud dengan tempat pemandian disini adalah tempat bersih dari yang sekarang banyak dikenal dengan sebutan rumah kecantikan, sauna, tempat pemandian uap, panti pijat dan lain sebagainya. Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah melarang kaum wanita meletakkan pakaiannya tidak pada tempatnya. Aisyah Radhiyallahu anha mendasarkan larangan itu pada ketidaksukaan Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=22&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="datasimp"><span class="datasimp"></span></span>Yang dimaksud dengan tempat pemandian disini adalah tempat bersih dari yang sekarang banyak dikenal dengan sebutan rumah kecantikan, sauna, tempat pemandian uap, panti pijat dan lain sebagainya. Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> telah melarang kaum wanita meletakkan pakaiannya tidak pada tempatnya. Aisyah <em>Radhiyallahu anha</em> mendasarkan larangan itu pada ketidaksukaan Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> terhadap masuknya wanita ke tempat pemandian umum.<span id="more-22"></span></p>
<p>Dari Abu Al-Malih bin Usamah, dia bercerita, ada beberapa wanita Syam yang masuk ke rumah Aisyah <em>Radhiyallahu anha</em>, lalu dia bertanya: &#8220;Dari mana kalian?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Kami dari penduduk Syam&#8221;. Aisyah berkata: &#8220;Apakah kalian dari kampung di mana wanita-wanitanya sering memasuki tempat pemandian umum?&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasululloh <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berkata, yang artinya: <em>&#8220;Tidaklah seorang wanita yang menanggalkan pakaiannya di tempat selain rumahnya melainkan akan dikoyak tabir antara dirinya dengan Alloh Ta&#8217;ala&#8221;.</em> (HR: [Hadits shahih] Imam Abu Daud (4010), Imam Tirmidzi (2803), Imam Ibnu Majah (3750) melalui Salim bin Abi Al-Ja&#8217;ad, dari Abu Mulih dengan sanad shahih)</p>
<p>Tetapi banyak wanita pada zaman sekarang ini yang pergi ke tempat-tempat pemandian uap atau sauna. Para penyelenggara tempat pemandian itu tidak memelihara kehormatan kaum wanita dan bahkan tidak menjaga aurat mereka. Lebih dari itu, kebanyakan dari penyelenggara ini adalah orang-orang pengabdi hawa nafsu dan memiliki tujuan-tujuan keji.</p>
<p>Tidak tertutup bagi Saudariku, wahai wanita Muslimah, pada saat mandi atau singgah di tempat-tempat seperti itu akan melihat para wanita saling melihat aurat mereka satu dengan yang lainnya, bahkan tidak jarang banyak orang laki-laki khususnya penyelenggara tempat-tempat itu yang melihat aurat para wanita yang ada di sana. Bahkan tidak sedikit dari kaum wanita yang tidak memelihara kehormatan mereka di hadapan Alloh <em>Azza wa Jalla</em>, dimana mereka meminta orang laki-laki untuk memijat badan mereka. Semuanya itu merupakan awal dari perbuatan zina. Semoga Alloh <em>Azza wa Jalla </em>melindungi kita semua dari perbuatan hina tersebut.</p>
<p>Dalam sebuah hadits disebutkan, yang artinya: <em>&#8220;Tempat mandi (umum) haram bagi para wanita umatku&#8221;.</em> (HR: Al-Hakim, isnadnya shahih)</p>
<p>Dari Abu Ayyub Al-Anshary dalam suatu hadits yang panjang yang dimarfu&#8217;kan, didalamnya disebutkan, yang artinya: <em>&#8220;Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhirat dari wanita-wanita kau, maka janganlah dia memasuki pemandian (umum)&#8221;. </em>(HR: Ath-Thabrany di dalam Al-Kabir dan Al-Ausath)</p>
<p>Yang harus Anda lakukan, wahai wanita Muslimah adalah menjauhi tempat-tempat mesum tersebut, di mana aurat wanita dan juga laki-laki terbuka lebar, kehormatan pun tidak lagi dihargai. Dan juga Anda harus memperingatkan para wanita yang sering mendatangi tempat-tempat tersebut, karena yang demikian itu merupakan kewajiban amar ma&#8217;ruf nahi munkar.</p>
<p>(Sumber Rujukan: 30 Larangan Bagi Wanita)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=22&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2009/12/01/larangan-memasuki-tempat-pemandian-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum-hukum yang berkenaan dengan Istihadlah</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/03/01/hukum-hukum-yang-berkenaan-dengan-istihadlah/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/03/01/hukum-hukum-yang-berkenaan-dengan-istihadlah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 04:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/03/01/hukum-hukum-yang-berkenaan-dengan-istihadlah/</guid>
		<description><![CDATA[Istihadlah adalah darah yang keluar (dari rahim wanita) bukan pada waktunya dari urat yang disebut adzil. Wanita yang istihadlah masalahnya memang agak rumit, karena darah haid menyerupai darah istihadlah ini. Jika darah yang keluar dari wanita itu terus menerus atau melampaui waktunya, dan ia ragu apakah darah itu darah haid atau istihadlah, maka ia tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=21&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istihadlah adalah darah yang keluar (dari rahim wanita) bukan pada waktunya dari urat yang disebut adzil. Wanita yang istihadlah masalahnya memang agak rumit, karena darah haid menyerupai darah istihadlah ini. Jika darah yang keluar dari wanita itu terus menerus atau melampaui waktunya, dan ia ragu apakah darah itu darah haid atau istihadlah, maka ia tidak boleh meninggalkan shaum dan sholat, karena hukum yang berlaku bagi wanita istihadlah adalah hukum wanita-wanita suci.<span id="more-21"></span></p>
<p dir="ltr"><strong>Kondisi-Kondisi Wanita Ketika Istihadlah</strong></p>
<p><strong></strong>Dengan demikian wanita yang sedang istihadlah memiliki tiga kondisi, yaitu:</p>
<ol>
<li>Wanita itu mengetahui kebiasaan tertentu sebelum datangnya istihadlah, bahwa sebelumnya ia haid lima atau delapan hari, misalnya ia haid di awal atau di tengah bulan, sedang ia mengerti akan jumlah dan waktunya, maka hal itu menuntut wanita itu untuk berdiam diri selama kebiasaan haidnya, ia hendaklah meninggalkan sholat dan shaum, karena baginya berlaku hukum-hukum haid. Akan tetapi jika kebiasaan itu habis, maka hendaklah ia segera mandi dan sholat. Adapun darah yang masih tersisa adalah darah istihadlah, karena Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> pernah bersabda kepada Ummu Habibah, yang artinya:  <em>&#8220;Berdiam dirilah kamu selama haid, kemudian setelah itu mandi dan sholatlah.&#8221; </em>(HR: Muslim). Dan sabda beliau kepada Fatimah binti Abu Hubais, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya hal itu adalah keringat, bukan haid, maka jika datang haid kepadamu, tinggalkanlah sholat..&#8221;</em> (HR: Bukhari dan Muslim).</li>
<li>Jika wanita itu tidak mempunyai kebiasaan tertentu, tetapi darahnya bisa dibedakan, dimana sebagian darahnya terdapat ciri-ciri darah haid, yaitu seperti darah yang berwarna hitam, kental atau berbau dan sisanya terdapat ciri-ciri darah istihadlah, yaitu berwarna merah, tidak berbau dan tidak kental, maka kondisi seperti ini yaitu darah yang mempunyai ciri-ciri darah haid, berarti wanita itu haid, dan ia hendaklah berdiam diri meninggalkan sholat dan shaum. Adapun darah yang selebihnya adalah darah istihadlah, dimana wanita itu harus mandi ketika darah yang terdapat ciri-ciri haid itu telah habis kemudian sholat dan shaum dan ia dianggap telah suci. Hal ini berdasarkan sabda Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> kepada Fatimah binti Abu Hubaisy, yang artinya: <em> &#8220;Jika darah itu haid, maka ia berwarna hitam yang telah dikenal, maka tinggalkanlah sholat, tetapi jika berwarna lain, maka hendaklah ia berwudlu dan sholat.&#8221;</em> (HR: Abu Dawud dan An-Nasa&#8217;I, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim). Jadi dalam hal ini bahwa wanita yang sedang istihadlah, hendaklah ia melihat darah, sehingga dengan itu ia dapat membedakan antara darah haid dan lainnya.</li>
<li>Jika wanita itu tidak memiliki kebiasaan tertentu dan tidak ada ciri yang membedakan antara darah haid dan darah lainnya, maka hendaklah ia berdiam diri pada masa-masa umumnya haid, yaitu selama enam atau tujuh hari pada setiap bulannya, karena masa ini adalah kebiasaan haid bagi rata-rata kaum wanita. Berdasarkan sabda Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> kepada Hammah binti Jahsyi, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya itu hanya goyangan dari syetan, hendaklah seorang wanita menjalani haidnya selama enam atau tujuh hari, lalu mandilah. Dan apabila telah suci, sholatlah 24 atau 23 hari. Sholat dan berpuasalah, karena hal itulah telah cukup atasmu. Dan begitu juga berbuatlah sebagaimana yang diperbuat oleh wanita haid.&#8221;</em> (HR: Lima Periwayat Hadits, dan dishahihkan oleh Imam Tirmidzi).</li>
</ol>
<p dir="ltr">Alhasil dari keterangan di awal adalah bahwa kebiasaan tertentu bagi wanita adalah kembali pada kebiasaan haidnya dan perbedaan tertentu bagi wanita kembali kepada perbuatan yang berbeda pula. Maka wanita yang terbebas dua kondisi di atas berarti dia harus menjalani haid selama enam atau tujuh hari. Dengan demikian ketiga hadits dari Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam </em>tentang Mustahadlah di awal dapat dipahami (dikumpulkan).</p>
<p>Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah berkata, &#8220;Tanda &#8211; tanda haid dikatakan ada 6 yaitu:</p>
<ul>
<li>Kebiasaan, karena kebiasaan merupakan tanda yang paling kuat dan karena asal kedudukan darah haid itu tanpa darah yang lain.</li>
<li>Perbedaan antara darah hitam dan kental serta berbau lebih nyata menunjukkan haid daripada darah yang berwarna merah.</li>
<li>Melihat mayoritas kebiasaan wanita, karena asal suatu keputusan bagi seseorang berdasarkan keumuman yang mayoritas.</li>
</ul>
<p dir="ltr">Ketiga tanda ini telah ditunjukkan dalam hadits dan kenyataan. Kemudian beliau menyebutkan tanda-tanda yang lain dan berkata pada akhirnya, &#8220;Pendapat yang paling kuat adalah dengan mengambil pendapat yang telah ditunjukkan oleh sunnah dan menolak selain itu.&#8221;</p>
<p>Hal-Hal yang Harus Dilakukan oleh Wanita yang sedang Istihadlah dalam Kondisi Ia Berstatus Suci:</p>
<ul>
<li>Ia wajib mandi setelah darahnya yang dianggap darah haid itu habis sebagaimana telah dijelaskan di awal (pada pembahasan haid).</li>
<li>Membasuh farji (vagina)-nya untuk membersihkan darah yang keluar setiap kali akan mendirikan sholat. Dan hendaklah ia menyelipkan kapas atau lainnya pada vaginanya untuk menahan darah yang akan keluar sehingga serta membalutnya kapas tersebut agar tidak jatuh, kemudian berwudlu&#8217; setiap kali masuk waktu sholat, karena adanya sabda Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> tentang wanita yang istihadlah ini, yang artinya: <em>&#8220;Hendaklah ia meninggalkan sholat pada hari-hari haidnya, kemudian setelah itu hendaklah ia mandi, dan berwudlu&#8217; setiap kali hendak sholat.&#8221;</em> (HR: Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan).</li>
</ul>
<p>(Sumber Rujukan: Kitab Tanbiihat &#8216;ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu&#8217;minat, karya Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=21&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/03/01/hukum-hukum-yang-berkenaan-dengan-istihadlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Problematika Wanita Pekerja</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/problematika-wanita-pekerja/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/problematika-wanita-pekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 02:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/problematika-wanita-pekerja/</guid>
		<description><![CDATA[Wanita karir, dalam segala levelnya, kian hari kian mewabah. Dari posisi pucuk pimpinan negara, top executive, hingga kondektur bus bahkan tukang becak. Hingga kini boleh dibilang nyaris tidak ada jenis profesi yang belum terambah kaum hawa.Nampaknya, wanita telah meninggalkan kehidupannya yang khas pada era agraris. Pada era tersebut ia adalah makhluk rumah sejati. Ia mengasuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=18&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Wanita karir, dalam segala levelnya, kian hari kian mewabah. Dari posisi pucuk pimpinan negara, top executive, hingga kondektur bus bahkan tukang becak. Hingga kini boleh dibilang nyaris tidak ada jenis profesi yang belum terambah kaum hawa.</strong><span id="more-18"></span>Nampaknya, wanita telah meninggalkan kehidupannya yang khas pada era agraris. Pada era tersebut ia adalah makhluk rumah sejati. Ia mengasuh anak-anaknya dengan setia, juga berperan dalam perekonomian keluarga dengan aktivitas di ladang-ladang tradisional seputar rumahnya. Dalam mitos pertanian, wanita adalah petani pertama di muka bumi ini. Sang suami, berkelana dari hutan ke hutan, padang ke padang untuk berburu binatang. Ketika binatang-binatang tertentu ternyata diketahui dapat dipelihara dan diternakkan maka pertanian dikembangkan secara intensif. Wanita pun masih tak beranjak dari posisinya. Mereka tahu kapan menemui suami di ladang, menyusui anak, dan kapan harus menanak nasi dirumah. Dan yang khas, mereka tidak pernah bekerja pada suami orang lain.</p>
<p>Materialisme yang subur pada masa Renaissance telah menggiring manusia pada era industrialisasi. Pandangan baru ini melihat wanita dan laki-laki sama saja kodratnya, yakni sebagai faktor produksi. Hanya saja dengan dilatarbelakangi pertimbangan fisik dan kelas sosial yanmg berlaku upah kerja wanita selalu nomor dua. Kapitalisme menghancurkan industri rumah tangga satu persatu. Satu superpabrik dengan multi produksi cukup untuk satu kota atau negara. Dan manusia pekerja tersedot ke dalamnya, termasuk wanita.</p>
<p>Wanita pun akhirnya berduyun-duyun meninggalkan “istananya”, berbaur dengan pria memasuki pabrik untuk menjadi pekerja atau buruh dengan upah rendah. Ketika itu pula, mulai terdengar jerit tangis para balita yang pagi hari sudah kehilangan ibunya.</p>
<p>“Dengan bekerja, saya bisa membelikan susu anak saya dan membelikan banyak mainan untuk mereka. Suatu hal yang sulit jika saya hanya mengandalkan gaji suami yang pas-pasan.” <strong>Demikian argumen yang sering kita dengar yang sepintas mungkin sangat manusiawi. Namun sayang, harga yang dibayar terlampau mahal dari hanya sekedar susu formula dan mainan anak-anak. Kasih sayang yang hilang, kecemasan, dan ketakutan anak-anak</strong> <strong>ketika ditinggal sang ibu, akan masuk ke alam bawah sadarnya dan mempengaruhi perkembangan pribadinya hingga kelak dia dewasa. Pendidikan dien dan akhlak pun merupakan hal yang sangat sulit jika seharian hanya berinteraksi dengan pembantu dan dididik televisi. Lantas, bagaimanakah jadinya generasi ini?<br />
</strong><br />
Motif yang lain yang lebih tinggi tinggi tingkatannya adalah motif psikologis dan tuntutan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. Gerakan emansipasi yang didengungkan wanita barat telah berhasil memancing naluri wanita seantero bumi untuk berusaha menunjukkan eksistensinya. Wanita memang hebat. Banyak diantara wanita yang tidak kalah berhasil bahkan lebih berprestasi daripada kaum pria. Namun, di lain pihak, bisakah para wanita menjadi “super women” yang sukses dalam menjalankan peran gandanya? Jika kemudian statistik menunjukkan angka kriminalitas, perceraian, perselingkuhan meningkat dikarenakan terabaikannya keluarga sebagai basis pendidikan moral yang utama, sungguh, lagi-lagi harga yang dibayar terlalu mahal.</p>
<p>Suatu hal yang dilematis, memang, jika kemudian wanita bekerja didorong oleh tuntutan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah ia dapat. Oleh karena itu para wanita muslimah seharusnya mempelajari ilmu yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhan wanita dan masyarakat walaupun tidak merupakan keharusan maupun fardu kifayah. Harus ada relevansi antara belajar dengan kebutuhannya sehingga wanita tidak menuntut sesuatu yang tidak diperlukan olehnya atau masyarakatnya. Jika keadaan memaksa hingga wanita musti bekerja di luar rumah, Islam telah memberikan batasannya. Yaitu: <strong>harus seizin walinya (ayah atau suami) untuk pekerjaan mubah, seperti mengajar anak putri atau menjadi perawat bagi pasien wanita; Tidak ikhtilat (campur baur) dengan pria atau berkhlawat dengan pria; Tidak bertabarruj dan memperlihatkan perhiasan atau kecantikannya; Tidak bersolek dan memekai parfum; Memakai hijab yang sesuai syari’at.</p>
<p></strong>Bagaimanapun juga, tempat bekerja wanita yang sesungguhnya dan yang paling mulia adalah di dalam rumahnya. Disanalah wanita akan senantiasa terlindungi dan dapat lebih dekat dengan Allah manakala menetap di rumah, mencari ridha Allah dengan cara beribadah kepada-Nya, mencurahkan segenap kemampuan untuk mendidik sang buah hati, mentaati suami, dan memberikan kasih sayang kepada anggota keluarga.</p>
<p><strong>Wanita yang hebat, bukanlah mereka yang harus bersaing berebut dunia dengan kaum pria.</strong> Wanita yang sukses adalah yang bertanggung jawab dengan tugas utama yang dianugerhakan Allah atasnya: mendidik generasi tangguh masa depan.</p>
<p><strong><em>Sumber: <a href="http://www.mediamuslim.info">www.mediamuslim.info</a></em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=18&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/problematika-wanita-pekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita ketika Safar (Berpergian)</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/wanita-ketika-safar-berpergian/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/wanita-ketika-safar-berpergian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 02:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/wanita-ketika-safar-berpergian/</guid>
		<description><![CDATA[Polemik persyaratan adanya mahrom bagi wanita ketika safar banyak menimbulkan pro kontra. Berbagai alasan dilontarkan untuk memperkuat pendapat masing-masing. Bagaimana pendapat ulama mengenai hal ini? Syaikh Utsaimin pernah ditanya tentang boleh tidaknya wanita pergi naik pesawat tanpa mahrom yang keamanannya terjamin ? Beliau menjawab, bahwa Rasulullah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:  &#8220;Seorang wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=19&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Polemik persyaratan adanya mahrom bagi wanita ketika safar banyak menimbulkan pro kontra. Berbagai alasan dilontarkan untuk memperkuat pendapat masing-masing. Bagaimana pendapat ulama mengenai hal ini?</p>
<p></strong>Syaikh Utsaimin pernah ditanya tentang boleh tidaknya wanita pergi naik pesawat tanpa mahrom yang keamanannya terjamin ? Beliau menjawab, bahwa Rasulullah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:<em>  &#8220;Seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali jika ada mahrom yang menyertainya.&#8221;  Beliau menyampaikan hal ini ketika beliau sedang khutbah di atas mimbar pada musim haji. Kemudian ada seorang laki-laki yang datang kemudian bertanya:  &#8220;Wahai Rasulullah, istri saya pergi haji sendirian sedang saya ikut dalam jihad ini dan itu.&#8221; Kemudian Rasulullah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Pergilah haji bersama istrimu.&#8221;</em>  (HR Bukhari [3006] dan Muslim [1341]).<span id="more-19"></span></p>
<p align="justify">Dalam hadits ini kita lihat Rasulullah <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> memerintahkan kepada laki-laki tersebut untuk meninggalkan jihad agar dapat pergi haji bersama istrinya dan Rasulullah <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak bertanya kepadanya:</p>
<p><strong>&#8220;Apakah istri anda aman ?&#8221; atau<br />
&#8220;Apakah istri anda ditemani para wanita lain ?&#8221; atau<br />
&#8220;Apakah istri anda bersama para tetangganya ?&#8221;<br />
</strong><br />
<strong>Berarti larangan ini bersifat umum untuk semua kepergian wanita tanpa muhrim.</strong> Karena bahaya sangat mungkin tejadi meski dalam pesawat. Seorang suami yang hendak ditinggal istrinya yang akan naik pesawat, kapan ia pulang dari mengantar ? Ia akan pulang ketika istrinya sudah menanti keberangkatan pesawat di ruang tunggu.</p>
<p>Di ruang tunggu ini istrinya sendirian tanpa mahrom. Kalaupun seandainya suaminya juga ikut masuk ke ruang tunggu sampai istrinya naik pesawat. Apakah tidak mungkin bahwa pesawat tersebut kembali setelah menempuh perjalanan ? Kadang pesawat kembali ke bandara karena ada kerusakan tekhnis atau kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Kalau seandainya pesawat dapat melanjutkan perjalanannya sampai tujuan tetapi bandara yang dituju tidak dapat menerima menerima kedatangan pesawat karena ada masalah di bandara atau cuaca yang tidak memungkinkan pesawat mendarat di bandara tersebut akhirnya pesawat di alihkan ke bandara lain. Ini mungkin terjadi. Atau seandainya pesawat tersebut tiba di tujuan tepat waktu, tetapi mahrom yang akan menjemput belum tiba karena suatu alasan mendadak.</p>
<p>Kalaupun kita katakan semua kemungkinan tadi tidak terjadi dan mahrom datang tepat waktu, tetap masalahnya siapa yang duduk disamping istri tersebut dalam pesawat ? Tidak selalu (bahkan sering, pent) orang yang duduk di sampingnya bukan wanita. Kadang-kadang yang duduk di sampingnya adalah laki-laki, bahkan bisa jadi laki-laki yang tidak beres. Ia mengajak wanita tersebut ngobrol, cerita, sampai tertawa dan mengambil nomor teleponnya sekaligus memberikan nomor teleponnya. Bukankah ini mungkin ? Siapa yang bisa selamat dari kondisi ini ?</p>
<p>Oleh karena itu, di sini anda temukan hikmah yang agung dari larangan Rasulullah <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> atas kepergian wanita tanpa mahrom, tanpa ada batasan.</p>
<p>Mungkin ada wanita yang mengatakan: Rasulullah <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak mengetahui yang ghaib, tidak mengetahui pesawat. Maka kita fahami sabda Rasulullah <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tersebut untuk kepergian wanita tanpa mahrom dengan menggunakan unta atau binatang lain, karena Rasulullah <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak tahu …tentang pesawat yang dapat menempuh jarak antara Thaif dan Riyadl dalam waktu satu seperempat jam, yang dulu bisa ditempuh dalam satu bulan penuh ?!</p>
<p>Jawabnya: Jika Rasulullah <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak mengetahui tetapi Rabb (Tuhan)nya Rasulullah Subhaanahu Wa Ta&#8217;ala mengetahui. Allah Subhaanahu Wa Ta&#8217;ala telah berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur&#8217;an) untuk menjelaskan segala sesuatu.&#8221;</em> (QS An Nahl ayat 89)</p>
<p>Saya ingatkan saudara-saudara saya kaum muslimin dari gejala yang berbahaya ini, yaitu menganggap gampang bepergiannya wanita tanpa muhrim, demikian pula wanita yang berduaan dengan supir meski dalam kota, karena ini berbahaya. Sebagaimana saya ingatkan juga berduaannya saudara (kakak atau adiknya) suami dengan istri dalam rumah. Karena Rasulullah <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pernah ditanya ketika beliau bersabda: <em>&#8220;Hati-hatilah kalian masuk ke tampat wanita.&#8221; Para sahabat bertanya: &#8220;Bagaimana dengan saudara (kakak atau adiknya) suami ?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Saudara suami itu mati.&#8221;</em> (HR Bukhari [5232] dan Muslim [2172]) maksudnya saya ingatkan dengan peringatan yang sangat keras.</p>
<p>Yang sangat mengherankan sebagian ulama -mudah-mudahan Allah memaafkan mereka- berpendapat: Maksud dari sabda &#8220;Saudara suami itu mati&#8221; artinya saudara suami itu pasti masuk ke tempat wanita sebagaimana halnya mati pasti akan datang pada setiap manusia.</p>
<p>(Dikutip dari : Fatawa Ibni &#8216;Utsaimin -rahimahullah- [2/852-853] lihat Al Fatawa asy Syar&#8217;iyyah fil masa-il al &#8216;ashriyyah min fatawa &#8216;ulamail baladil haram hal 450-452)<strong><em> Sumber: <a href="http://www.mediamuslim.info">www.mediamuslim.info</a></em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=19&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/wanita-ketika-safar-berpergian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjaga Lisan dari Mengutuk dan Melaknat</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/menjaga-lisan-dari-mengutuk-dan-melaknat/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/menjaga-lisan-dari-mengutuk-dan-melaknat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 02:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/menjaga-lisan-dari-mengutuk-dan-melaknat/</guid>
		<description><![CDATA[Kata laknat yang sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia memiliki dua makna dalam bahasa Arab yaitu bermakna mencerca, yang kedua  bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah.Ucapan laknat ini mungkin terlalu sering kita dengar dari orang-orang di lingkungan kita dan sepertinya saling melaknat merupakan perkara yang biasa bagi sementara orang, padahal melaknat seorang Mukmin termasuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=20&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Kata laknat yang sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia memiliki dua makna dalam bahasa Arab yaitu <strong>bermakna mencerca, yang kedua  bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah.</strong><span id="more-20"></span>Ucapan laknat ini mungkin terlalu sering kita dengar dari orang-orang di lingkungan kita dan sepertinya saling melaknat merupakan perkara yang biasa bagi sementara orang, padahal melaknat seorang Mukmin termasuk dosa besar. Tsabit bin Adl Dlahhak radhiallahu &#8216;anhu berkata :</p>
<p><em>“Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya.’ ”</em> (HR. Bukhari dalam Shahihnya 10/464)</p>
<p align="justify">Ucapan Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam : ((“Fahuwa Kaqatlihi”/Maka ia seperti membunuhnya)) dijelaskan oleh Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari : “Karena jika ia melaknat seseorang maka seakan-akan ia mendoakan kejelekan bagi orang tersebut dengan kebinasaan.”Sebagian wanita begitu mudah melaknat orang yang ia benci bahkan orang yang sedang berpekara dengannya, sama saja apakah itu anaknya, suaminya, hewan atau selainnya.</p>
<p>Sangat tidak pantas bila ada seseorang yang mengaku dirinya Mukmin namun lisannya terlalu mudah untuk melaknat. Sebenarnya perangai jelek ini bukanlah milik seorang Mukmin, sebagaimana Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda :</p>
<p>“Bukanlah seorang Mukmin itu seorang yang suka mencela, tidak pula seorang yang suka melaknat, bukan seorang yang keji dan kotor ucapannya.” (HR. Bukhari dalam Kitabnya Al Adabul Mufrad halaman 116 dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu &#8216;anhu. Hadits ini disebutkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i hafidhahullah dalam Kitabnya Ash Shahih Al Musnad 2/24)</p>
<p>Dan melaknat itu bukan pula sifatnya orang-orang yang jujur dalam keimanannya (shiddiq), karena Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak pantas bagi seorang shiddiq untuk menjadi seorang yang suka melaknat.” (HR. Muslim no. 2597)</p>
<p>Pada hari kiamat nanti, orang yang suka melaknat tidak akan dimasukkan dalam barisan para saksi yang mempersaksikan bahwa Rasul mereka telah menyampaikan risalah dan juga ia tidak dapat memberi syafaat di sisi Allah guna memintakan ampunan bagi seorang hamba. Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda : “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Perangai yang buruk ini sangat besar bahayanya bagi pelakunya sendiri. Bila ia melaknat seseorang, sementara orang yang dilaknat itu tidak pantas untuk dilaknat maka laknat itu kembali kepadanya sebagai orang yang mengucapkan.</p>
<p>Imam Abu Daud rahimahullah meriwayatkan dari hadits Abu Darda radhiallahu &#8216;anhu bahwasannya Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda : “Apabila seorang hamba melaknat sesuatu maka laknat tersebut naik ke langit, lalu tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu turun ke bumi lalu ia mengambil ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan kelapangan, maka ia kembali kepada orang yang dilaknat jika memang berhak mendapatkan laknat dan jika tidak ia kembali kepada orang yang mengucapkannya.”</p>
<p>Kata Al Hafidh Ibnu Hajar hafidhahullah tentang hadits ini : “Sanadnya jayyid (bagus). Hadits ini memiliki syahid dari hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu &#8216;anhu dengan sanad yang hasan. Juga memiliki syahid lain yang dikeluarkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari hadits Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhuma. Para perawinya adalah orang-orang kepercayaan (tsiqah), akan tetapi haditsnya mursal.”</p>
<p>Ada beberapa hal yang dikecualikan dalam larangan melaknat ini yakni kita boleh melaknat para pelaku maksiat dari kalangan Muslimin namun tidak secara ta’yin (menunjuk langsung dengan menyebut nama atau pelakunya). Tetapi laknat itu ditujukan secara umum, misal kita katakan : “Semoga Allah melaknat para pembegal jalanan itu… .”</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam sendiri telah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambungkan rambutnya.</p>
<p>Beliau juga melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki dan masih banyak lagi. Berikut ini kami sebutkan beberapa haditsnya : “Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu/konde) dan wanita yang minta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya)</p>
<p>Beliau Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam mengabarkan :</p>
<p>“Allah melaknat wanita yang membuat tato, wanita yang minta dibuatkan tato, wanita yang mencabut alisnya, wanita yang minta dicabutkan alisnya, dan melaknat wanita yang mengikir giginya untuk tujuan memperindahnya, wanita yang merubah ciptaan Allah Azza wa Jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu &#8216;anhu)</p>
<p>“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya)</p>
<p>Dibolehkan juga melaknat orang kafir yang sudah meninggal dengan menyebut namanya untuk menerangkan keadaannya kepada manusia dan untuk maslahat syar’iyah. Adapun jika tidak ada maslahat syar’iyah maka tidak boleh karena Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda : “Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal karena mereka telah sampai/menemui (balasan dari) apa yang dulunya mereka perbuat.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya dari hadits ‘Aisyah radhiallahu &#8216;anha)</p>
<p>Setelah kita mengetahui buruknya perangai ini dan ancaman serta bahayanya yang bakal diterima oleh pengucapnya, maka hendaklah kita bertakwa kepada Allah Ta’ala. Janganlah kita membiasakan lisan kita untuk melaknat karena kebencian dan ketidaksenangan pada seseorang. Kita bertakwa kepada Allah Ta’ala dengan menjaga dan membersihkan lisan kita dari ucapan yang tidak pantas dan kita basahi selalu dengan kalimat thayyibah. Wallahu a’lam bis shawwab.</p>
<p>(Dikutip dengan beberapa penambahan yang disesuaikan dari: MUSLIMAH Edisi 37/1421 H/2001 M Rubrik Akhlaq, MENJAGA LISAN DARI MELAKNAT Oleh : Ummu Ishaq Al Atsariyah. Terjemahan dari Kitab Nasihati lin Nisa’ karya Ummu Abdillah bintu Syaikh Muqbil Al Wadi’iyyah)</p>
<p align="justify"><strong><em>Sumber: <a href="http://www.mediamuslim.info">www.mediamuslim.info</a></em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=20&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/menjaga-lisan-dari-mengutuk-dan-melaknat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berteladan dari kisah Aisyah radhiyallahu anha</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/berteladan-dari-kisah-aisyah-radhiyallahu-anha/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/berteladan-dari-kisah-aisyah-radhiyallahu-anha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 02:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/berteladan-dari-kisah-aisyah-radhiyallahu-anha/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Ibunya orang beriman, isteri nabi Muhammad sekaligus putri dari as-sidiq adalah sosok yang pantas diteladani oleh seluruh mu&#8217;minah di sepanjang zaman. Ia adalah wanita pemilik kemuliaan yang tak tertandingi Aisyah -lah manusia yang paling berilmu tentang al quran, karena kehidupannya yang selalu bersanding dengan pembawa risalah islam, dan beliau menyaksikan Al quran yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=15&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="farial" align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; <span class="fnu"></span>Ibunya orang beriman, isteri nabi Muhammad sekaligus putri dari as-sidiq adalah sosok yang pantas diteladani oleh seluruh mu&#8217;minah di sepanjang zaman.<strong> Ia adalah wanita pemilik kemuliaan yang tak tertandingi Aisyah -lah manusia yang paling berilmu tentang al quran, karena kehidupannya yang selalu bersanding dengan pembawa risalah islam, dan beliau menyaksikan Al quran yang turun di rumah beliau. Paling berilmu, karena paham bagaimana wujud penjabaran Al quran dalam kehidupan sehari-hari, dipraktikkan dalam perkataan, perbuatan, budi pekerti, akhlaq dan adab oleh rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. </strong><span id="more-15"></span>Beliau pula wanita yang paling berilmu tentang hadits, fikih, pengobatan, syair dan hikmah. Sehingga sangat wajar ketika abu bardah mengatakan : &#8220;apabila ada sebuah permasalahan yang tidak diketahui di zaman sahabat , maka kami bertanya kepada aisyah, dan kami memperoleh ilmu dari beliau&#8221;.</p>
<p class="farial" align="justify">Seorang sahabat yang lain mengatakan &#8220;saya tidak mengetahui ada orang yang lebih berilmu tentang al quran, faraidh(ilmu waris) , halal dan haram, syair, sejarah dan nasab kecuali aisyah&#8221;.</p>
<p>Di kesempatan yang lain kita akan dapatkan bagaimana wujud konkrit tarbiyah di atas manhaj nabawi pada diri aisyah. Umar bin khatab ketika menjelang wafat , berkata kepada abdullah (anaknya).<em> &#8220;Pergilah kepada Aisyah, sampaikan salamku padanya, dan mintakan ijin agar aku diperbolehkan dimakamkan di rumahnya bersama Rasulullah dan Abu Bakar. </em>Maka Abdullah pun mendatangi aisyah dan menyampaikan pesan ayahnya.<em> </em>Aisyah mengatakan <em>&#8220;baik dan ini adalah sebuah kemuliaan&#8221;</em> dan melanjutkan dengan berkata <em>&#8220;wahai anakku, sampaikan salamku kepada Umar , dan katakan padanya jangan tinggalkan umat Muhammad tanpa pimpinan, pilihlah khalifah bagi umat dan jangan tinggalkan umat dalam keadaan sia-sia setelahmu, karena aku takut terjadi fitnah atas umat ini.&#8221;</p>
<p></em>Wahai wanita mukminah, saksikanlah bagaimana keagungan perjalanan mereka yang ditarbiyah dalam rumah-tangga nabi. Perhatikan bagaimanakah nasehat dan pandangan aisyah untuk mengangkat khalifah setelah Umar, karena khawatir terjadinya fitnah. Seakan aisyah menyaksikan hal-hal yang akan berlangsung di masa mendatang, padahal tidaklah ia tahu tentang hal yang ghaib, namun ini adalah firasat seorang mukmin yang beriman kepada Allah dan RasulNya. Beliau tak hanya sebatas melihat tentang dekatnya kematian umar dan tentang masalah di mana Umar akan dimakamkan, namun beliau melihat bagaimana kehidupan umat Islam setelah Umar meninggal. Dari sini terlihat keluasan pandangan, jauhnya pemikiran ke depan dan sekaligus perhatian yang sangat besar tentang urusan umat Islam. Inilah yang semestinya diteladani oleh wanita mukminah di zaman ini.</p>
<p>Sosok seorang Aisyah rhadiyallahu anha, memberikan ibrah yang berharga bagi para mukminah. Kedalaman ilmu, kecerdasan dan perhatiannya terhadap umat adalah warisan yang berharga yang terus bisa diwarisi sampai hari ini. Terbukti dengan kedudukan beliau yang tercakup dalam tujuh orang di kalangan shabat yang banyak menghafal fatwa-fatwa dari para sahabat.</p>
<p>Panji Islam di sepanjang sejarah akan selalu tegak dengan para penyandangnya. Dan Aisyah adalah salah satu penegak panji Islam di awal terbitnya cahaya Islam. Sebuah bukti bahwa wanita pun memiliki peran yang sangat besar dalam memperjuangkan Islam. Tidak hanya untuk membuang waktu untuk berbagai pekerjaan yang sia-sia, sebagaimana yang dilakukan oleh mayoritas muslimah di zaman ini.</p>
<p>Panji Islam memang akan tetap tegak dengan para pejuangnya sepanjang masa. Namun apakah kita para wanita mukminah menjadi bagian dari penyandang dan penegak risalah atau tidak, maka jawabnya ada pada diri kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=15&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/berteladan-dari-kisah-aisyah-radhiyallahu-anha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Kisah Hajar Ummu Isma&#8217;il (Bag. 1)</title>
		<link>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/belajar-dari-kisah-hajar-ummu-ismail-bag-1/</link>
		<comments>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/belajar-dari-kisah-hajar-ummu-ismail-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 02:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Annisa]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Ukthi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/belajar-dari-kisah-hajar-ummu-ismail-bag-1/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Diriwayatkan bahwa Sarah bersumpah akan memotong tubuh Hajar menjadi tiga bagian (dalam penafsiran lain akan memotong bagian tubuh Hajar menjadi tiga bagian) bila Nabi Ibrahim tidak menjauhkan Hajar beserta anaknya&#8211;Isma’il—darinya. Dengan berat hati sang Khalilullah Ibrahim ‘alahi sallam mengabulkan permintaan dari isteri pertamanya itu. Nabi Ibrahim membawa istrinya Hajar dan anak semata wayangnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=16&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; <span class="fnu"></span>Diriwayatkan bahwa Sarah bersumpah akan memotong tubuh Hajar menjadi tiga bagian (dalam penafsiran lain akan memotong bagian tubuh Hajar menjadi tiga bagian) bila Nabi Ibrahim tidak menjauhkan Hajar beserta anaknya&#8211;Isma’il—darinya. Dengan berat hati sang Khalilullah Ibrahim ‘alahi sallam mengabulkan permintaan dari isteri pertamanya itu. <span id="more-16"></span><strong>Nabi Ibrahim membawa istrinya Hajar dan anak semata wayangnya Isma’il menuju suatu lembah yang tidak ada rumput yang tumbuh sekalipun dan hanya meninggalkan air (dalam riwayat airnya pun tinggal sedikit lagi).</strong> Setelah Nabi Ibrahim menempatkan anak dan istrinya itu kemudian beliau berbalik badan untuk kembali lagi ke daerah asalnya. Nabi Ibrahim bergegas pulang dengan menitikan air mata namun beliau tidak menoleh ke belakang walaupun istrinya Hajar berkali-kali memanggil beliau. Nabi Ibrahim tidak memperdulikan panggilan dari isterinya dan tetap melanjutkan langkahnya yang berat. Hajar mengejar suaminya dan berkata, ”Apakah Allah yang memerintahkan kepadamu untuk melakukan ini?”. Ibrahim menjawab pendek, ”Benar”. Maka keluarlah suatu pernyataan dari Hajar yang melukiskan ketegaran dan ketawakalan jiwa beliau, ”Kalau Allah yang memerintakan demikian ini, niscaya Dia tidak akan menyia-nyiakan kami”. Itulah suatu pernyataan yang keluar dari seorang hamba yang menunjukkan kekuatan iman dan ketinggian sikap tawakalnya yang mendapat tarbiyah dari seorang hamba yang pilihan juga, Ibrahim sang Kekasih Allah.</p>
<p align="justify">Setelah Ibrahim suaminya tercinta berlalu dari pandangannya, Hajar meletakan buah hatinya Isma’il pada tanah pasir, kemudian beliau melihat ke sekelilingnya berharap bertemu dengan suatu kafilah yang lewat yang hendak diminta pertolongannya. Hajar lalu pergi ke suatu bukit—yakni bukit Shafa&#8211;, setelah sampai beliau melihat ke sekelilingnya dengan harapan ada orang atau kafilah yang lewat yang ia bisa mintakan pertolongannya. Beliau merasakan tidak adanya tanda-tanda orang atau kafilah yang lewat, kemudian beliau turun menuju bukit yang satunya, ketika lewat di depan anaknya Isma’il beliau berjalan agak cepat dan meneruskan jalannya menuju bukit satunya lagi yakni bukit Marwah. Lagi-lagi beliau melihat ke sekelilingnya di atas bukit Marwah itu. Hajar merasakan tidak adanya tanda-tanda orang atau kafilah yang lewat begitu pula dengan tanda-tanda kehidupan. Perbekalan yang cuma air itu pun sudah hampir habis, demikian pula air susunya pun tidak keluar, beliau sangat panik dan khawatir. Hajar kemudian turun dari bukit Marwah kembali lagi menuju bukit Shafa dengan maksud yang sama. Bingung, gelisah jiwa Hajar saat itu, tidak ada orang yang bisa ia minta bantuannya, ditambah lagi sang buah hatinya Isma’il kelihatan sangat kehausan begitu pula dengan dirinya, beliau bertambah panik dan khawatir.</p>
<p>Beliau berlari lagi menuju bukit Shafa berharap semoga bertemu dengan seseorang atau suatu kafilah, merasa tidak menemukan apa-apa kemudian beliau lari lagi menuju bukit Marwah dan seterusnya begitu sebanyak tujuh kali (perbuatan Hajar ini diabadikan oleh Allah subhanahu wa ta’alla sebagai salah satu syi’ar haji yang disebut dengan Sa’i).</p>
<p>Maha Suci Allah, yang tidak pernah menyelisihi janji-Nya, sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat. Allah ‘azza wa jalla akan memberikan jalan keluar atau solusi, memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi hambanya yang bertaqwa dan bertawakal kepada-Nya. Demikian pula dengan Hajar, istri dari sang kekasih Allah, keduanya adalah hamba Allah yang sangat dekat kepada-Nya, di tengah-tengah kekalutan dan kebingungannya—dalam suatu riwayat—muncullah mata air yang letaknya dekat dengan Isma’il. Melihat hal itu Hajar segera bergegas menuju mata air tersebut dan berkata. ”Zum, zum!” yang artinya ‘berkumpullah’. Hajar kemudian minum dari mata air yang diberkahi—hingga sekarang—itu dan memberikan pula anaknya Isma’il minum dari air tersebut, Hajar sangat bersyukur sekali atas karunia dari Allah subhanahu wa ta’alla tersebut.</p>
<p>Pertolongan Allah ‘azza wa jalla tidak berhenti sampai di situ saja, selang tidak seberapa lama munculah suatu kafilah yang berjalan menuju tempat Hajar beserta anaknya. Kafilah itu meminta izin kepada Hajar untuk mengambil air Zam-zam itu dan mereka pun bermaksud untuk tinggal bersama dengan Hajar. Hajar tentu saja sangat senang dan menyambut gembira tawaran baik tersebut, beliau akhirnya tidak sendirian lagi. Alhamdulillahilladzii bini’matihii tatimmush shaalihaat.</p>
<p><strong>BEBERAPA MAKLUMAT PENTING</strong></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"> Pada sebagian daerah (semisal Jawa Barat) nama seorang perempuan biasa diembel-embeli dengan kata ‘Siti’ di depannya, dan saya mendengar salah seorang dari mereka mengartikan ‘Siti’ itu dengan ‘Nyai’, ini tentunya suatu kekeliruan yang tidak perlu. Cukuplah apa yang tertera pada nash atau sumber terpercaya lainnya, tidak perlu kita menambah-nambahi.</li>
<li>
<p align="justify">Di kalangan mayoritas ahli tarikh mereka menyatakan bahwasanya ayahanda dari Nabi Ibrahim adalah Tarih (versinya ahli kitab adalah Tarikh), demikian pula dengan pendapat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumaa. Di dalam Al-Qur’an dengan ‘sharih’ jelas bahwa dikatakan ayahnya Nabi Ibrahim adalah &#8216;Azar (dalam hal ini kita tidak gegabah untuk merajihkan ‘menguatkan’ salah satunya apakah menuruti mayoritas ahli tarikh, ataukah versinya Al-Qur’an yang di dalamnya tidak ada kebatilan dari sisi manapun?). Mari kita simak penjelasan dari seorang ahlinya, seorang yang ‘alim ‘sangat mumpuni’ dalam hadits, tafsir, tarikh dan siyar beliau adalah Al-Haafizh Abul Fidaa’ Ibnu Katsir rahimahullahu ta’alla murid dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, penyusun kitab tafsir ‘Tafsir Al-Qur’anul ‘Azhim’. Beliau—Ibnu Katsir rahimahullahu ta’alla—mengatakan bahwasanya ada dua kemungkinan untuk ini. Pertama ayahnya Nabi Ibrahim mempunyai dua nama—yakni Tarih atau ‘Azar—kemungkinan kedua Tarih adalah nama suatu julukan dari ‘Azar—yang merupakan nama aslinya. Wallahu A’lamu bish shawaab.</li>
<li>
<p align="justify"> Sangat masyhur di kalangan ahli tarikh bahwasanya Hajar itu adalah seorang budak yang diberikan oleh Fir’aun kepada istrinya Nabi Ibrahim yang pertama Sarah. Ustadz kami—Ustadz Ridwan Hamidi Lc—menceritakan kepada kami bahwasanya ada seorang peneliti dari India—Al-Manshuri—melakukan penelaahan ulang dari banyak literatur dan mengambil natijah ‘berkesimpulan’ bahwasanya Hajar bukan seorang budak, bahkan dikatakan Hajar adalah salah seorang dari putri Fir’aun. Wallahu A’lam bish shawaab</li>
<li>
<p align="justify"> Bahwasanya yang mendapat gelar Khalilullah bukan hanya Nabi Ibrahim ‘alahi assallam, namun junjungan kita juga Rasulullah ‘shalallahu ‘alahi wa sallam memiliki gelar tersebut, tambahan kedudukan Khalilullah lebih tinggi daripada kedudukan habibullah.</li>
</ul>
<p align="justify"><strong>[BEBERAPA HIKMAH DAN PELAJARAN  dari kisah ini dapat dibaca pada artikel Belajar dari Kisah Hajar Ummu Isma'il (Bag. 2)]</p>
<p></strong>(Dikutip dari: Sirah Nabawiyyah ‘Rahiqul Makhtum’ tulisan Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dan sumber-sumber lainnya)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ruangmuslimah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ruangmuslimah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ruangmuslimah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ruangmuslimah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ruangmuslimah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ruangmuslimah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ruangmuslimah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ruangmuslimah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ruangmuslimah.wordpress.com&amp;blog=771976&amp;post=16&amp;subd=ruangmuslimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangmuslimah.wordpress.com/2007/02/12/belajar-dari-kisah-hajar-ummu-ismail-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
